Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Saturday, March 19, 2022

PERUBAHAN IKLIM DAN UPAYA MENGATASINYA

Hutan, Kabut, Alam, Pohon, Mystic

Perubahan iklim telah memicu perhatian dunia beberapa tahun terakhir, hal itu tidak terlepas dari meningkatnya bencana alam yang telah banyak menelan korban jiwa dan harta di berbagai belahan tempat. Dari berbagai bencana alam yang terjadi telah menjadikan manusia sebagai sorotan atas aktivitas atau kegiatan yang dilakukannya dalam berbagai sektor. Tidak bisa dikesampingkan bahwa manusia turut memberi kontribusi atas penumpukan karbondioksida dan gas-gas rumah kaca lain di atmosir yang memerangkap sinar matahari sehingga membuat suhu bumi semakin panas dan memicu perubahan iklim.

Disektor kehutanan sendiri termasuk didalamnya pengundulan hutan, meskipun bukan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca namun cukup berarti. Pada tahun 2004, sumbangan sektor kehutanan mencapai  sekitar 17% dari total emisi gas rumah kaca1. Indonesia terrmasuk kedalam salah satu penyumbang gas rumah kaca didunia karena tingginya aktivitas pengundulan dan kerusakan hutan. Banyaknya pengalihan hutan untuk dijadikan perkebunan tanaman industri bahkan berubah menjadi areal pertambangan dan peruntukan lainnya dimana memberi pendapatan bagi negara untuk membiayai pembangunan.

Menyadari dampak dari pergeseran iklim, maka Upaya menurunkan emisi menjadi penting bagi indonesia. Bukan saja untuk mendukung upaya dunia dalam mengatasi perubahan iklim tetapi juga memperbaiki pengelolaan hutan, melestarikan ekosistem hutan, melindungi keanekaragaman hayati serta mensejahterakan masyarakat sekitar.


Referensi:
1. IPCC. 2007. Climate Change Report 2007. Working Group I Contributions to the IPCC Fourth Assessment Report. Cambridge University Press, Cambridge.



Monday, March 25, 2019

melestarikan ekosistem hutan untuk mencegah pemanasan suhu bumi


Bukit, Lanskap, Kabut, Asap, Hutan, Pohon, Lingkungan

Upaya untuk mencegah pengundulan hutan yang lebih parah, maka pelibatan masyarakat adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Ada sangat banyak masyarakat yang tinggal disekitar hutan dimana sebagian masih hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu masyarakat sekitar hutan mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat berkontribusi dalam menurunkan laju pengrusakan kawasan hutan yang lebih ekstrim.


Pelibatan ini juga menjadi bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi kerentanan  masyarakat dari sumber daya hutan dan lingkungan yang diberikan selama ini kepada masyarakat. Hal ini tidak terlepas dimana masyarakat tersebut mempunyai masih sangat tergantung dari sumber daya hutan baik secara sosial, budaya dan ekonomi. Ada beragam aktivitas yang berhubungan erat dengan hutan dimana dapat menunjang kehidupannya yaitu bisa berupa perburuan hewan, ikan, mengumpulkan kayu hasil hutan serta non-kayu. Mereka bergantung pada sungai sebaagai penyedia air yang dukung oleh hutan. Masyarakat mengumpulkan buah-buahan, madu dan tanaman obat-obatan sebagai dari identitas mereka yang telah turun-temurun bahkan terkadang kuburun juga terletak hutan. Kerusakan hutan maka sama artinya dengan kehilangan sumber penghidupan, hilangnya budaya yang berkaitan dengan hutan dan hilangnya hubungan spiritual antara masyarakat dengan hutan. Maka motivasi dan komitmen yang kuat harus dibangun dalam masyarakat untuk mau terlibt aktif dalam upaya pengelolaan dan perlindungan hutan.

Keearifan lokal, pengetahuan masyarakat sekitar hutan tentu akan sangat bermamfaat untuk penerapan dalam mengelola sumber daya hutan agar tetap lestari. Tapi keariafan lokal bisa saja terkikis oleh ekspansi koorporasi besar. Maka pengetahuan dan aturan lokal yang sudah ada bisa menjadi modal yang luar biasa, dan dapat diperkuat, diperbaiki atau dihidupkan kembali, bila sudah terkikis atau hilang, terutama di saat di mana tekanan dari luar yang mendorong pengambilan sumber daya hutan atau perubahan fungsi hutan semakin besar.





Tuesday, February 5, 2019

Wajib pajak mengincar para YouTubers hingga selebram

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan pembinaan dan pengawasan kepada wajib pajak untuk menumbuhkan kesadaran membayar pajak, termasuk di kalangan selebgram.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan, salah satu tugas DJP adalah membina para wajib pajak (WP), tidak hanya selebgram namun semua WP supaya mereka patuh sesuai ketentuan perpajakan.

“Kalau ada WP seorang selebgram, maka akan dilakukan pembinaan, dilihat media sosialnya, kemudian dibina untuk diajari membayar pajak dan segala macam,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut Hestu, banyak selebgram secara inisiatif datang sendiri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendaftarkan diri dan melaporkan SPT. “Banyak atas inisiatif sendiri dan kita sangat meng hargai itu. Artinya, kepatuhan kesadaran perpajakan sudah mulai tumbuh. Ini kita lakukan selama ini,” ungkapnya.

Hestu menegaskan, selebgram, youtuber, vlogger, sama seperti WP lain, apabila membuat penghasilan, maka harus di kenakan pajak. Tidak ada ketentuan khusus untuk perpajakan mereka, tetapi ketentuan umum juga berlaku.
“Mereka harusnya melaporkan membayar pajak secara self assessment. Jadi, di akhir tahun mereka harus melaporkan penghasilannya selama setahun, kemudian menghitung pajaknya berapa dan melaporkannya sendiri,” katanya.

Hestu mengatakan, untuk pihak membayarkan penghasilan mereka dan memanfaatkan jasa mereka, maka mempunyai kewajiban memotong PPh Pasal 21 mereka. “Sama seperti artis lain. Jadi, ada kewajiban dipotong PPh Pasal 21 dan membuat bukti pemotongan, kemudian menyerahkan kepada si selebgram, vlogger tadi untuk nanti dihitung dalam SPT tahunan selebgram itu,” tuturnya.

Hestu menambahkan, DJP akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada mereka untuk menumbuhkan kesadaran membayar pajak. “Kalau ada penghasilan, bayar sesuai dengan ketentuan saja. Kita tumbuhkan kesadaran di situ dan responsnya positif,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, harus ada kepastian hukum yang jelas bagi pajak selebgram maupun orang biasa. “Kalau aspek pajaknya sama, setidaknya ada yang membedakan, bagaimana cara mereka memenuhi kewa jiban, cara membayar pajak. Itu menurut saya perlu dirumuskan pemerintah. Sekarang ini tidak terlalu jelas karena belum ada aturan khusus,” tuturnya.
Dia memperkirakan potensi pajak dari selebgram atau orang-orang yang memperoleh penghasilan dari media sosial memang tergolong besar. Untuk itu, perlu segera diantisipasi supaya bisa dipajaki. “Belum ada perkiraan tetapi menurut saya besar dan bertambah terus,” katanya.

Thursday, April 19, 2018

Jurnalistik dan Peranannya Dalam Menghadirkan Beragam Informasi

jurnalis, journalist, news, press, pers, berita


Jurnalistik sebagaimana dipahami oleh banyak orang adalah sebagai sebuah karya seni yang hadirkan kepada klalayak tentang sebuah kegiatan atau  kejadian untuk dinikmati dan juga untuk dapat diambil mamfaatnya bagi keperluannya sendiri atau kelompok masyarakat. Melirik lebih jauh kebelakang dulu orang-orang tidak begitu mengenal dengan sebutan jurnalistik, tetapi akivitas penyebarluasan informasi telah dipraktekkan. Pemberitahuan atas suatu kejadian telah dilakukan tetapi masih secara konvensional seperti menggunakan media/benda tertentu hingga dengan suara-suara tertentu yang khas.



news, reporter, casting, media, jurnalis, journalist, press, pers


Seiring berkembangnya teknologi membuat kebutuhan manusia semakin beragam hingga menghadirkan dunia jurnalistik yang modern di era sekarang ini. Ini semua tidak lepas dari kebutuhan manusia itu sendiri untuk mengetahui segala hal yang terjadi disekelilingnya, menyampaikann pemikiran dan kejadian-kejadian yang dianggap  penting.


Kemajuan jurnalistik tentunya tidak terlepas dengan istilah pers atau dalam bahasa inggris di sebut press, keduanya ini jurnalistik dan pers berhubungan erat hingga penyajian berita menjadi terstruktur dengan baik dan mudah di pahami oleh masyarakat.  Berkat perkembangannya jurnalistik menjadi suatu industri yang menguntungkan dan diminati oleh banyak orang dimana pers berperan sebagai produsen dalam kegiatan pengumpulan informasi, pencarian data, penyajian berita/informasi  dam bentuk produk jurnalistik yang terdiri dari berita, pandangan, komentar dan lainnya.



Wednesday, February 7, 2018

Pergeseran Nilai Pendidikan di Era Modern

Sekarang pergeseran nilai pendidikan begitu nyata bisa dirasakan. Pendidikan sejati adalah upaya untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter dan kehidupan intelektual bangsa dalam rangka meningkatkan kualitas hidup namun kini telah bergeser seolah hanya pada teori dan angka.

Siswa-siswi di sekolah belajar seolah-olah untuk mencapai prestasi semata dimana cara yang ditempuh tidaklah penting karena pada akhirnya prestasi-prestasi itu bisa mengharumkan nama sekolah. ini sama saja belajar untuk memenuhi keinginan sekolah atau dengan kata lain prestasi bukan untuk pengembangan diri. 



Image: aceh.kemenag.go.id 

Mereka disuruh melakukan pekerjaan rumah hanya untuk mendapatkan nilai. Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai pendidikan hanya dilihat pada tingkat pengukuran numerik saja dimana ilmu pengetahuan seolah barang yang sudah mati yang tidak berguna karena indikator cerdas telah dinilai melalui angka. 

Tapi seperti yang kita tahu pendidikan bukan hanya deretan angka yang tercatat pada sertifikat kelulusan/ijazah namun jauh lebih dari itu. Pergeseran dari ilmu ke teori belaka ini menyebabkan gejolak besar dalam dunia pendidikan saat ini. Siswa pergi ke sekolah tidak lagi mencari ilmu tapi mencari nilai dan bahkan orang tua tidak menyadarinya atau mungkin tidak peduli. 

Trend seperti ini tentunya masih bisa diubah, dikembalikan ke fungsi semula sebagaimana telah dirumuskan. karena pendidikan telah terbukti dapat membentuk karakter hingga berubah menjadi budaya baru. 

Thursday, September 8, 2016

SKRIPSI, TUGAS AKHIR YANG MENAKUTKAN ?


Sudah menjadi rahasia Umum kalau skripsi dianggap suatu yang menakutkkan oleh sebagian kalangan mahasiswa. Asumsi seperti itu begitu membekas dikepala mahasiswa dikarenakan tabi’at menelan mentah-mentah informasi yang sodorkan oleh abang-abang dan kakak leting mengenai sulit membuat skripsi ditambah lagi memang tidak diajarkan tatacara penlisan skripsi.

Sebagian kelompok mahasiswa lagi begitu percaya diri mengerjakan sendiri skripsi. Karena selain dapat menambahkan ilmu juga menghemat biaya. Tetapi keterbatasan ilmu yang dibarengi dengan kemalasan untuk mempelajarinya membuat pengerjaannya mengalami hambatan yng serius hingga akhirnya memilih membiayai orang lain untk menyelesaikannya.

Dari semua itu, ada juga alasan yg bisa ditolerasi yaitu ‘‘saya nggak sempat membuatnya karena akhir-akhir ini jadwal kerja saya padat atau sekarang saya sudah mulai bekerja’’. alasan itu menjadi jalan pemulus bagi dirinya sendiri untuk melepaskan beban dari membuat skripsi –dengan cara membiayai orang lain untuk membuatnya-, terlepas dari apakah benar atau tidaknya alasan tersebut itu, yang jelas alasan itu mempunyai tempat tersendiri di hati sebagian kalangan mahasiswa tingkat akhir.

Skripsi akan kita ketahui ketika kita membuatnya, tetapi kelmpok mahasiswa yang tadi cenderung berpikir ‘‘bagaimana kita membuatnya sedangkan diajarin aja belum’’. Tidak ada yang salah dari kedua sudut pandang diatas karena skripsi adalah bagaimana kita menganggapnya. Hanya pola pikir, keingingan belajar yg tinggi serta pantang menyerah yang menghdirkan perbedaan dalam membuat skripsi ini.

Selamat  bersenang-senang bagi  mahasiswa tingkat akhir karena
Pilihan ada pada kamu sendiri.....


Selamat mencoba......

foto : Muhammad Syahril

Total Pageviews

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Saturday, March 19, 2022

PERUBAHAN IKLIM DAN UPAYA MENGATASINYA

Hutan, Kabut, Alam, Pohon, Mystic

Perubahan iklim telah memicu perhatian dunia beberapa tahun terakhir, hal itu tidak terlepas dari meningkatnya bencana alam yang telah banyak menelan korban jiwa dan harta di berbagai belahan tempat. Dari berbagai bencana alam yang terjadi telah menjadikan manusia sebagai sorotan atas aktivitas atau kegiatan yang dilakukannya dalam berbagai sektor. Tidak bisa dikesampingkan bahwa manusia turut memberi kontribusi atas penumpukan karbondioksida dan gas-gas rumah kaca lain di atmosir yang memerangkap sinar matahari sehingga membuat suhu bumi semakin panas dan memicu perubahan iklim.

Disektor kehutanan sendiri termasuk didalamnya pengundulan hutan, meskipun bukan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca namun cukup berarti. Pada tahun 2004, sumbangan sektor kehutanan mencapai  sekitar 17% dari total emisi gas rumah kaca1. Indonesia terrmasuk kedalam salah satu penyumbang gas rumah kaca didunia karena tingginya aktivitas pengundulan dan kerusakan hutan. Banyaknya pengalihan hutan untuk dijadikan perkebunan tanaman industri bahkan berubah menjadi areal pertambangan dan peruntukan lainnya dimana memberi pendapatan bagi negara untuk membiayai pembangunan.

Menyadari dampak dari pergeseran iklim, maka Upaya menurunkan emisi menjadi penting bagi indonesia. Bukan saja untuk mendukung upaya dunia dalam mengatasi perubahan iklim tetapi juga memperbaiki pengelolaan hutan, melestarikan ekosistem hutan, melindungi keanekaragaman hayati serta mensejahterakan masyarakat sekitar.


Referensi:
1. IPCC. 2007. Climate Change Report 2007. Working Group I Contributions to the IPCC Fourth Assessment Report. Cambridge University Press, Cambridge.



Monday, March 25, 2019

melestarikan ekosistem hutan untuk mencegah pemanasan suhu bumi


Bukit, Lanskap, Kabut, Asap, Hutan, Pohon, Lingkungan

Upaya untuk mencegah pengundulan hutan yang lebih parah, maka pelibatan masyarakat adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Ada sangat banyak masyarakat yang tinggal disekitar hutan dimana sebagian masih hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu masyarakat sekitar hutan mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat berkontribusi dalam menurunkan laju pengrusakan kawasan hutan yang lebih ekstrim.


Pelibatan ini juga menjadi bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi kerentanan  masyarakat dari sumber daya hutan dan lingkungan yang diberikan selama ini kepada masyarakat. Hal ini tidak terlepas dimana masyarakat tersebut mempunyai masih sangat tergantung dari sumber daya hutan baik secara sosial, budaya dan ekonomi. Ada beragam aktivitas yang berhubungan erat dengan hutan dimana dapat menunjang kehidupannya yaitu bisa berupa perburuan hewan, ikan, mengumpulkan kayu hasil hutan serta non-kayu. Mereka bergantung pada sungai sebaagai penyedia air yang dukung oleh hutan. Masyarakat mengumpulkan buah-buahan, madu dan tanaman obat-obatan sebagai dari identitas mereka yang telah turun-temurun bahkan terkadang kuburun juga terletak hutan. Kerusakan hutan maka sama artinya dengan kehilangan sumber penghidupan, hilangnya budaya yang berkaitan dengan hutan dan hilangnya hubungan spiritual antara masyarakat dengan hutan. Maka motivasi dan komitmen yang kuat harus dibangun dalam masyarakat untuk mau terlibt aktif dalam upaya pengelolaan dan perlindungan hutan.

Keearifan lokal, pengetahuan masyarakat sekitar hutan tentu akan sangat bermamfaat untuk penerapan dalam mengelola sumber daya hutan agar tetap lestari. Tapi keariafan lokal bisa saja terkikis oleh ekspansi koorporasi besar. Maka pengetahuan dan aturan lokal yang sudah ada bisa menjadi modal yang luar biasa, dan dapat diperkuat, diperbaiki atau dihidupkan kembali, bila sudah terkikis atau hilang, terutama di saat di mana tekanan dari luar yang mendorong pengambilan sumber daya hutan atau perubahan fungsi hutan semakin besar.





Tuesday, February 5, 2019

Wajib pajak mengincar para YouTubers hingga selebram

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan pembinaan dan pengawasan kepada wajib pajak untuk menumbuhkan kesadaran membayar pajak, termasuk di kalangan selebgram.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan, salah satu tugas DJP adalah membina para wajib pajak (WP), tidak hanya selebgram namun semua WP supaya mereka patuh sesuai ketentuan perpajakan.

“Kalau ada WP seorang selebgram, maka akan dilakukan pembinaan, dilihat media sosialnya, kemudian dibina untuk diajari membayar pajak dan segala macam,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut Hestu, banyak selebgram secara inisiatif datang sendiri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendaftarkan diri dan melaporkan SPT. “Banyak atas inisiatif sendiri dan kita sangat meng hargai itu. Artinya, kepatuhan kesadaran perpajakan sudah mulai tumbuh. Ini kita lakukan selama ini,” ungkapnya.

Hestu menegaskan, selebgram, youtuber, vlogger, sama seperti WP lain, apabila membuat penghasilan, maka harus di kenakan pajak. Tidak ada ketentuan khusus untuk perpajakan mereka, tetapi ketentuan umum juga berlaku.
“Mereka harusnya melaporkan membayar pajak secara self assessment. Jadi, di akhir tahun mereka harus melaporkan penghasilannya selama setahun, kemudian menghitung pajaknya berapa dan melaporkannya sendiri,” katanya.

Hestu mengatakan, untuk pihak membayarkan penghasilan mereka dan memanfaatkan jasa mereka, maka mempunyai kewajiban memotong PPh Pasal 21 mereka. “Sama seperti artis lain. Jadi, ada kewajiban dipotong PPh Pasal 21 dan membuat bukti pemotongan, kemudian menyerahkan kepada si selebgram, vlogger tadi untuk nanti dihitung dalam SPT tahunan selebgram itu,” tuturnya.

Hestu menambahkan, DJP akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada mereka untuk menumbuhkan kesadaran membayar pajak. “Kalau ada penghasilan, bayar sesuai dengan ketentuan saja. Kita tumbuhkan kesadaran di situ dan responsnya positif,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, harus ada kepastian hukum yang jelas bagi pajak selebgram maupun orang biasa. “Kalau aspek pajaknya sama, setidaknya ada yang membedakan, bagaimana cara mereka memenuhi kewa jiban, cara membayar pajak. Itu menurut saya perlu dirumuskan pemerintah. Sekarang ini tidak terlalu jelas karena belum ada aturan khusus,” tuturnya.
Dia memperkirakan potensi pajak dari selebgram atau orang-orang yang memperoleh penghasilan dari media sosial memang tergolong besar. Untuk itu, perlu segera diantisipasi supaya bisa dipajaki. “Belum ada perkiraan tetapi menurut saya besar dan bertambah terus,” katanya.

Thursday, April 19, 2018

Jurnalistik dan Peranannya Dalam Menghadirkan Beragam Informasi

jurnalis, journalist, news, press, pers, berita


Jurnalistik sebagaimana dipahami oleh banyak orang adalah sebagai sebuah karya seni yang hadirkan kepada klalayak tentang sebuah kegiatan atau  kejadian untuk dinikmati dan juga untuk dapat diambil mamfaatnya bagi keperluannya sendiri atau kelompok masyarakat. Melirik lebih jauh kebelakang dulu orang-orang tidak begitu mengenal dengan sebutan jurnalistik, tetapi akivitas penyebarluasan informasi telah dipraktekkan. Pemberitahuan atas suatu kejadian telah dilakukan tetapi masih secara konvensional seperti menggunakan media/benda tertentu hingga dengan suara-suara tertentu yang khas.



news, reporter, casting, media, jurnalis, journalist, press, pers


Seiring berkembangnya teknologi membuat kebutuhan manusia semakin beragam hingga menghadirkan dunia jurnalistik yang modern di era sekarang ini. Ini semua tidak lepas dari kebutuhan manusia itu sendiri untuk mengetahui segala hal yang terjadi disekelilingnya, menyampaikann pemikiran dan kejadian-kejadian yang dianggap  penting.


Kemajuan jurnalistik tentunya tidak terlepas dengan istilah pers atau dalam bahasa inggris di sebut press, keduanya ini jurnalistik dan pers berhubungan erat hingga penyajian berita menjadi terstruktur dengan baik dan mudah di pahami oleh masyarakat.  Berkat perkembangannya jurnalistik menjadi suatu industri yang menguntungkan dan diminati oleh banyak orang dimana pers berperan sebagai produsen dalam kegiatan pengumpulan informasi, pencarian data, penyajian berita/informasi  dam bentuk produk jurnalistik yang terdiri dari berita, pandangan, komentar dan lainnya.



Wednesday, February 7, 2018

Pergeseran Nilai Pendidikan di Era Modern

Sekarang pergeseran nilai pendidikan begitu nyata bisa dirasakan. Pendidikan sejati adalah upaya untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter dan kehidupan intelektual bangsa dalam rangka meningkatkan kualitas hidup namun kini telah bergeser seolah hanya pada teori dan angka.

Siswa-siswi di sekolah belajar seolah-olah untuk mencapai prestasi semata dimana cara yang ditempuh tidaklah penting karena pada akhirnya prestasi-prestasi itu bisa mengharumkan nama sekolah. ini sama saja belajar untuk memenuhi keinginan sekolah atau dengan kata lain prestasi bukan untuk pengembangan diri. 



Image: aceh.kemenag.go.id 

Mereka disuruh melakukan pekerjaan rumah hanya untuk mendapatkan nilai. Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai pendidikan hanya dilihat pada tingkat pengukuran numerik saja dimana ilmu pengetahuan seolah barang yang sudah mati yang tidak berguna karena indikator cerdas telah dinilai melalui angka. 

Tapi seperti yang kita tahu pendidikan bukan hanya deretan angka yang tercatat pada sertifikat kelulusan/ijazah namun jauh lebih dari itu. Pergeseran dari ilmu ke teori belaka ini menyebabkan gejolak besar dalam dunia pendidikan saat ini. Siswa pergi ke sekolah tidak lagi mencari ilmu tapi mencari nilai dan bahkan orang tua tidak menyadarinya atau mungkin tidak peduli. 

Trend seperti ini tentunya masih bisa diubah, dikembalikan ke fungsi semula sebagaimana telah dirumuskan. karena pendidikan telah terbukti dapat membentuk karakter hingga berubah menjadi budaya baru. 

Thursday, September 8, 2016

SKRIPSI, TUGAS AKHIR YANG MENAKUTKAN ?


Sudah menjadi rahasia Umum kalau skripsi dianggap suatu yang menakutkkan oleh sebagian kalangan mahasiswa. Asumsi seperti itu begitu membekas dikepala mahasiswa dikarenakan tabi’at menelan mentah-mentah informasi yang sodorkan oleh abang-abang dan kakak leting mengenai sulit membuat skripsi ditambah lagi memang tidak diajarkan tatacara penlisan skripsi.

Sebagian kelompok mahasiswa lagi begitu percaya diri mengerjakan sendiri skripsi. Karena selain dapat menambahkan ilmu juga menghemat biaya. Tetapi keterbatasan ilmu yang dibarengi dengan kemalasan untuk mempelajarinya membuat pengerjaannya mengalami hambatan yng serius hingga akhirnya memilih membiayai orang lain untk menyelesaikannya.

Dari semua itu, ada juga alasan yg bisa ditolerasi yaitu ‘‘saya nggak sempat membuatnya karena akhir-akhir ini jadwal kerja saya padat atau sekarang saya sudah mulai bekerja’’. alasan itu menjadi jalan pemulus bagi dirinya sendiri untuk melepaskan beban dari membuat skripsi –dengan cara membiayai orang lain untuk membuatnya-, terlepas dari apakah benar atau tidaknya alasan tersebut itu, yang jelas alasan itu mempunyai tempat tersendiri di hati sebagian kalangan mahasiswa tingkat akhir.

Skripsi akan kita ketahui ketika kita membuatnya, tetapi kelmpok mahasiswa yang tadi cenderung berpikir ‘‘bagaimana kita membuatnya sedangkan diajarin aja belum’’. Tidak ada yang salah dari kedua sudut pandang diatas karena skripsi adalah bagaimana kita menganggapnya. Hanya pola pikir, keingingan belajar yg tinggi serta pantang menyerah yang menghdirkan perbedaan dalam membuat skripsi ini.

Selamat  bersenang-senang bagi  mahasiswa tingkat akhir karena
Pilihan ada pada kamu sendiri.....


Selamat mencoba......

foto : Muhammad Syahril

Followers